Senin, 27 Oktober 2014

Untuk Mantan

Kubuka kembali arsif waktu
yang telah usang dan berdebu
Diantara itu terlipat sebuah bayang
yang dulu pernah kukenal
ku buka lipatan bayang itu..
yang begitu kental dengan sebuah kenangan indah yg menggumpal..
Ada sekepal cinta yang masih ku genggam.. Itu untukmu !
Dalam angan ingin terbintal kembali cerita yang pernah usa

Surat dari Bapak untuk Anaknya (Jokowi)

Kau anakku
di buahi oleh ovum mimpi negri
dan terlahir dari rahim demokrasi
ku beri engkau nama Jokowi
—
Kau anakku
anak ke tujuh dari ibu pertiwi
dan semua setuju menunjukmu
menjadi raja di kerajaan nusantara
—
Kau anakku
yang telah bertahta
dengan mahkota di kepala
segala titah harus membawa sejahtera
segala tindakan harus membawa kemaslahatan
—
Ingat !!!
Kau anakku, jokowi !
berjuta mimpi tergantung di dahi
berjuta harapan menunggu jadi kenyataan
kerja nyata adalah keputusan
jadi jangan siakan !
—
Dengarlah wahai anakku, Jokowi!
ku beri tahu engkau sebuah rahasia
tentang garis keturunanmu yang sebenarnya
bapakmu adalah rakyat
ibumu adalah pertiwi
hormat dan patuhlah pada keduanya
agar engkau dapat Rhidho-NYA

Untukmu Yang Ku Tinggalkan

Aku bermain dengan ilusimu yang keluar dari buku kerja
buku yang di penuhi sketsa-sketsa wajah
berisikan sibakan kata yang merujuk padamu
Apa kau sempat menengokku dalam sebuah lamunan
untuk sekedar nostalgia akan masa yang bersejarah
masa dimana kita tuliskan kisah demi kisah
yang berujung pada sebuah kata pisah
tapi
aku tidak pernah lelah menulis kisah
setelah kau memilih untuk berhenti di kata itu
aku terus berlanjut berjalan menlusuri denyut-denyut waktu
yang hantarkanku pada telaga rindu..
apa kau punbegitu ??
ahk… aku bertanya seakan tidak tahu malu..
sebab aku yang meninggalkan, bukan begitu ???

Rabu, 01 Oktober 2014

NEGERI KESEPIAN

Seribu rindu merujuk ke masa lalu
Seribu duka mengusirku dari sana
Tidak bisa aku menjumpainya

Masih memikul sebuah wajah
Di masa sejarah
Menuju negeri kesepian yang payah 
Dimana mimpi menggali kuburnya sendiri
Dimana bayang diri menjadi pembunuh diri
Dimana-mana menjalar sepi

Sabtu, 27 September 2014

Di kilometer 2 Tahun

di kilometer 2 tahun
semestinya berjalan Lurus
kemudi oleng ke kiri
hingga terjadi Tragedi sepi
Perjalanan terhenti
luka dalam dua Pengendara cukup berat
butuh masing-masing Perawat
untuk keduanya. di ruang Misterius

Jumat, 26 September 2014

Layang-Layang

Layang-layangku
biar ku ulur Benang ini
agar kau Terbang jauh
agar kau bisa rasakan Deru Angin kencang
tidak sekencang saat di dekatku

Layang-layangku
sekuatnya aku akan Pegang Benangmu
meski saat ini kau hanya terlihat sekilas
Terombang-ambing di Udara bebas
disini masih ku ikat Erat
tidak peduli di Tangan luka hebat
sebab Pemegang berakibat

Layang-layangku
jika kau telah lelah Tebang
beritahu aku
secepatnya ku Tarik Benangmu mendekatku
agar bisa ku usap lelahmu
agar kau tahu luka di Tanganku
barulah kita tenang
untuk terbang bersama menuju Kayang
tempat yang semestinya

Senin, 22 September 2014

Taman Bunga

memang pernah ada kejelasan di Taman ini
tentang aku dan kau
yang jelas-jelas memetik bunga
sampai habis segala bunga
tidak ada lagi yang bisa di petik oleh keduanya
sebab tidak ada lagi bunga di Taman ini
jadi untuk apa kita tetap disini ?

POTRET

di langit langit kepala
kau pernah menempelkan potretmu
dibiarkan sampai tertutup jelaga

aku lupa bahkan tidak ingat rupa
bagaimana gambar di potret itu
terbayang samarpun tidak !

lalu kau datang
bersikan jelaga itu
seakan berkata "itu potretku"
potret aku dan kau dulu
menunjukan sebuah keyakinan padaku
saat dulu kau tinggalkan aku

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti matahari yang terbitkan siang
dan tenggelam hadirkan malam

aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti kapal yang berlayar
dan selalu pulang ke dermaga

aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti ombak yang datang
dan tidak tahu arah pulang

PATUNG

terbuat dari bahan Tanah liat
di campur air di bentuk sedemikian rupa
kunfayakun : jadilah Patung

Matahari meniupkan panas dari langit
mengeringkan, memberi warna sedemikian rupa
menambah kesan : kasar, lembut, gagah maupun ayu
karya Tangan seniman dahsyat
dalam bentuk yang sebaik baiknya : Sempurna

naas hanya sesaat itu ada, saat langit turunkan hujan ke dunia
hilang bentuk - remuk perlahan
luluh lantah kembali ke Asal yaitu Tanah
sekejap Binasa sudah

Jumat, 19 September 2014

CAPUNG

seekor Capung  bermain di Kali
terbang kesana kemari Membelah air yang mengalir

di bantaran Kali
ia melihat Pemukiman - pemukiman sepi
sejenak ia terhenti, terus terbang lagi bemain air. Tanpa akhir
di Kali yang sepi

Rabu, 17 September 2014

Ucapan Duka

Selamat
aku ucapkan selamat
atas berita Duka
bebas dari segala 
termasuk cinta

kerap : menjerat,menjebak
menyiksa, mnggelitik tawa
terasa Memeluk Erat

sekali lagi selamat
atas berita duka 
tiada lagi yang Teramat
titik titik di hati 
coba menahan berat sendiri. 
selamat

Selasa, 16 September 2014

Yang Kita Nanti

desah nafasmu..
getarkan gemuruh didada
dari ujung kepala sampai kaki - Jujur apa adanya
ku alirkan nafas baru
lewat keringat deras di belahan dada
desah nafasmu makin menggetarkan jiwa..
bersama getar kehidupan setelah kita..
"yang kita nanti"

Senin, 15 September 2014

Isyarat

Aku tidak mengerti tentang isyarat cinta.
Aku hanya mengerti bahwa isyarat mati itu dekat

Sedekat kau di urat nadi

Berita Hilang

Barangkali di media masa dimuat  berita orang hilang..
di kolom iklan ternyata .Tidak ada

Atau berita itu hanya tersiar di televisi. Tidak ada juga

Apa mungkin di kantor polisi ada berita tentang orang hilang ?
Tidak ada pula

Lantas apa iya, berita itu ada di hatinya ?
hemmhm...
Ada.
Sebab Aku orang hilangnya

Bendera Pink Putih

Bagaimana kalau, bendera kita di ganti merahnya menjadi pink ?
Biar lebih feminim, karena Oknum yang berjalan di atas catwalk menjadi beking di setiap Pentas Drama kejahatan !

Iya benar ! warna putihnya makin memutih tetap di bayclin oleh pemakai Jas kelam yang berperan sebagai sutradara,
akan tetapi tidak sengaja minyak mentah menyembur dari Tanah, mengenai putihnya bendera  hingga menghitam.

Bagaimana kalau bendera pink putih itu yang telah berubah menjadi Pink Hitam tetap di kibarkan ?

Aku berharap ada Hujan Lebat agar warna pinknya memudar dan hitam warnanya menghilang kembali menjadi putih semula.

PENYAIR ITU TONG SAMPAH

jangaan sungkan aku Tong Sampah
lemparlah segala dengan mudah termasuk tisue bekas menyeka dari robekan  wajah

siap ku pungut segala
remasan – remasan Kertas
yang tidak berbentuk bahkan remuk setelah semuanya terbuang baru aku daur ulang. Untuk kau kenang
dalam kemasan puisi atau dongengan

HARI RUPAWAN

Siang telah habis
termakan mulut  laut yang menganga..
sekarang !
mari berkaca pada jejak hari, berencana..
agar esok Mukanya lebih Berseri...

Pada malam tenggelamkan diri
Henyakkan diri dalam mimpi
Untuk siap berdiri kembali
Membuat rupawan hari 

PENYELUNDUP

aku seorang oknum
Penyelundup berkoli-kilo gram Planetarium
di sepanjang malam sebelum kau tidur

biar itu mencandu
menggerogoti saraf, jantung, urat nadi dan hati
sebelum aku tertangkap institusi. Bernama Pergi

TENTANG HATI WANITA ITU !

di biarkannya Ruang itu tidak berpenghuni
hanya ada bekas Ampas kopi di gelas cangkir,

di Sudut Ruang Tamu yang Mengabadi 

MENDADAK HUJAN

Lebih semusim pundak ini kering
Di tinggal musim penghujan

Memang,
Tidak kurasakan lagi kelembaban, saat gerai hujan itu tidak bisa ku belai.

Padahal,
Pundak ini selalu siap di hujani
Airnya yang bening memiliki arti tersendiri di saat angin panas menerpa

 Dari arah kanan – tiba tiba seseorang datang
Di letakannya kepala pada pundak

Seketika Hujan mendadak

BELUKAR DAN TAMAN

Benar. Saat aku mengembara di semak belukar, yang ku temui hanyalah duri yang kerap melukai, ada pula pohon rambat yang kerap memperlambat saat aku berjalan menuju tujuan itu.


Iya, benar ! Tujuan itu adalah taman bunga, sesampainya di sana, aku petik satu bunga untuk ku bawa pulang kerumah, untuk ku berikan pada mamah dan papah, sambil kutanya : suka ?

SUNRISE & SUNSET

Sunrise
menerobos celah – celah dahan
menerbangkan segala unggas untuk mencari kehidupan

Sunrise
menghadirkan kehangatan
saat embun terkurai lepas udara bebas

tapi Sunset
cahayanya tajam
memulangkan segala unggas pada sangkar-sangkarnya

tapi Sunset
saat ia tenggelam, saat itu terbit sebuah bayang

yang tersimpan di lautan dalam. Membawaku kembali pulang. Kepadamu

“BATAL KAWIN”

Sekodi malaikat di tarik mundur di bulan dzulhijah
Surat serang yang di sebar urung jua
Tudung sutra yang terpajang terpaksa masuk kotak
Entah mungkin karena garis tangan tidak sejalan dengan kodrat
Sejati-Nya dari-Nya segala kehendak
Selemah apaun harap tetap ada alasan kuat bahwa rusuk dan pemiliknya itu dekat
Meski sekodi malaikat tidak ada di bulan dzulhijah
Percayalah, di Lauhful Mahfudz satu nama telah ada saat kita turun kedunia

CINTA ITU SATU PAK CERUTU



Aku. Satu pak cerutu telah mengabu 
pernah menemanimu di atas meja kayu, 
dibersihkannya aku. dengan Kemoceng tergantung di balik pintu

iya. “dengan nada pelan, ku akui’’
aku telah Habis terhisap
pergi mengudara Bebas
aku lihat pula satu pak cerutu Baru
sudah siap dalam Saku tinggal kau Sulut
dan siap merasakan nasib yang sama. Seperti aku
terhisap lagi mengudara Bebas lagi 

WANITA TERINDAH

Sudahlah aku tak peduli lagi dengan dirimu
Cukup sudah perburuanku kepadamu
Memang kau adalah wanita terindah
Tapi tak ku pungkiri atas keangkuhanmu
bukannya aku menyerah Memburumu
Atau karena aku telah lelah membidikmu
Cukuplah untuk ku tahu tentang dirimu
Meski panah-panah cintaku selalu melesat
Meski bujuk-bujuk rayuku selalu tersesat
Tapi aku berbahagia karena aku telah menyayangimu
Meski sayangku hanya sesak di dada
meski cintaku hanya melesat di matamu saja
Tak jua menancap dalam kalbumu yang mengkilap

namun kau tetap wanita terindah untukku

YANG DATANG

Tentang siapa yang datang di langit kamar, terbayang samar
Perlahan ku tangkap bentuk lekuk tubuhnya dengan mata berbinar-bibir melebar
Aku kenal – aku hafal
Seorang dengan senyum tipis, terbalut di wajahnya yang manis

Dia dekat – dia lekat
Dan aku mulai terpikat
Saat dia mulai membenalu dalam kalbu

Membuatku lemah – menyerah. Dalam peluknya

KESINILAH MANIS



Kesinilah manis
Seharusnya kau tak berjalan sendiri
Kesinilah manis
Seharusnya kau tak kesepian

Kesinilah manis
Biar ku hapus kepedihan
Kesinilah manis
Kita jalani kehidupan

Agar kau tak lagi:
Sepi
Sendiri
Pedih
Kesinilah manis
Aku tidak keberatan
Sebab kau. Suratan

TENTU

Seperti bintang timur
Yang tak pernah berubah dan berpindah
Menjadi penentu arah pelaut
Untuk kembali berlabuh di dermaga

Sejauh ini aku telah berjalan
Aku lelah, ingin pulang

Tapi,
Sudikah engkau membuka pintu
Setelah lama aku tinggalkan ?

Tentu, itu jawab harapku !

SELEPAS PERGI

Luka menjadi pengikut
Saat embun pagi menyusut
Pergi mengudara jauhi dunia
Lentik jemari cahaya
Menggiringku merayap dalam senyap
Berjalan dengan dada penuh sesak
Hati yang rusak
Remuk, Patah

Robeklah wajah

Untukmu Bayangku

Untkmu bayangku..
Ini bukan akhir dari sebuah cerita.. Dengan dingin aku pergi tanpa kecup hangat darimu...
Untuk bayangku...
Cukup kasih sayangmu yang kugenggam temaniku terhapus di hatimu..
Untukmu Bayangku yg telah menjadi nafas jiwaku..
Yang ada hanya hembusan kasihku untukmu, yg kutiupkan bersama angin lalu yang pilu..
Untukmu bayangku yang kini menjadi denyut nadiku...
Setiap degupanku terucap selalu namamu dan mengalir di setiap tubuhku..
Untukmu bayangku yg telah menjadi bagian hidupku..
Yang kini hilang entah kemana…

SAYANGKU TAKAN PERNAH TENGGELAM

Sungguh sayangku takan pernah tengggelam
Meskipunkau tahu esok langit akan runtuh bersama tetas hujan yang jatuh
Dan duniapun akan terhapus oleh angin yang berhembus.

Tapi percayalah rasa sayangku sedikitpun takan pernah pupus
Kehilanganmu kini menjadi ketakutanku yang tak bertepi di setiap waktu yang membekukan diri

Aku ingin selalu kau disisiku bagai bara api yang sanggup mencairkan setiap kebekuan ini.

KENAPA

Kau membuat hari bercadar ,
menutup rapat setiap jendela dan pintu.
 Melihat itu, ku tembak mati mentari,
 agar tiada lagi terang di muka bumi
hingga tak terlihat segala rupa
mungkin itu maumu...
biarkan air mata mengalir begitu saja...
Tanpa aku harus tahu kapan akan berhenti,
Tanpa aku harus tahu itu kenapa ?

BAYANG SAMAR

Masihkah  resah itu ada setelah sekian lama mata terpejam
Dalam kegelapan  selalu dan selalu
Menikmati mimpi indah semu

Sekarang,
Mimpi itu sengguh menjadi nyata
Meski tanpa kepastian
Setidaknya
Itu bisa menghilangkan resah
Di tengah kesendirian

Pada sepucuk bayang yang samar
Aku mampu mengenali raut wajah itu

Itu adalah wajah yang setiap malam terimpikan

TENTANG KITA

Matamu sayup kulihat 
Auramupun redup
Bagai pijar bolham 5 watt di depan rumahmu
Tak seperti biasanya kau di malam ini
Terpenjara dalam diam yang berkepanjangan
Terkunci dalam satu ruang sunyi
Tapi
Aku mendengar suara hatimu
Yang berbisik bagai altileri menari
Dan suara itu
Terdengar sampai hati kecilku

Dan kita berdua bicara dengan mata yang berkaca-kaca

SENDIRI

 Bersama malam yang membunuh keramaian
Berbicara pada bayang – bayang diri
Kini ku bercumbu lagi dengan bayang yang datang
Yang terlukis jelas oleh asap rokok – terus menghilang
Dan aku berbicara lagi pada bayang – bayang  diri
Mari kita menyelam pada sunyi…

KERINDUAN

Ini waktu masih saja begini
Bernafas panjang hembuskan kerinduan
Bukannya diam atau berhenti
Malah hadirkan sepucuk bayang

Rinduku tak kunjung usai
Makin bergejolak
Makin menelaga
Mencoba meredam

Aku makin tenggelam

JENDELA KACA

Di jendela kaca
ada bekas percikan hujan
ku mainkan dengan jemari kecil
lalu - ku ulas namamu
ada senyum tipis di malam yang masih bercampur gerimis
Dingin sangat mengiris
Sampai mampu membuat wajah bergaris

Saat ulasan nama yang ku tulis. Perlahan sirna

Denisa

Denisa

Ini hujan tak pernah berhenti
Terus saja menghujamku dengan sebuah bayangmu
tetes - tetes yang turun menjelma  rindu yang menenggelamkanku larut dalam asa yang tak pernah padam
kamu... denisa, seorang yang paling ku sayang
malam ini suasana sepi dengan rintik hujan yang menemani..
aku tak bisa menolak kerinduan ini datang kepangkuanku

Dalam sebuah angan yang penuh dengan senyummu
membuatku terus mengingatmu..
sebuah senyum tipis yang sanggup memikatku

Ahhhhkk... aku tak tahu harus menulis apa lagi untukmu
tapi satu hal, yang harus kamu tahu "aku sayang padamu"
Otakku tak pernah beranjak memikirkanmu
di manapun tubuhku berada kau selalu ada...
karena kau terlalu dekat di langit-langit kepala...

LIN

Lin

Lin..
aku hanya lelaki egois yang meletakkan tangan di pinggang
tanpa kusadar, itu buatku terpanggang pada asa yang datang

Lin...
malam itu aku menatapmu dengan sorot mata yang tajam..
dengan suara yang lantang
tapi sial,
mataku merah berair dan basah
lidahpun jadi kaku dan beku sesudah itu !

Lin
setelah semalam ku buat badai
ingin ku semai kembali damai
di letakkannya kepalamu dan panjang rambutmu kubelai lagi, biar ???