Aku bermain dengan ilusimu yang keluar dari buku kerja
buku yang di penuhi
sketsa-sketsa wajah
berisikan sibakan kata yang
merujuk padamu
Apa kau sempat menengokku
dalam sebuah lamunan
untuk sekedar nostalgia akan
masa yang bersejarah
masa dimana kita tuliskan
kisah demi kisah
yang berujung pada sebuah kata
pisah
tapi
aku tidak pernah lelah menulis
kisah
setelah kau memilih untuk
berhenti di kata itu
aku terus berlanjut berjalan
menlusuri denyut-denyut waktu
yang hantarkanku pada telaga
rindu..
apa kau punbegitu ??
ahk… aku bertanya seakan tidak
tahu malu..
sebab aku yang meninggalkan,
bukan begitu ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar