di kilometer 2 tahun
semestinya berjalan Lurus
kemudi oleng ke kiri
hingga terjadi Tragedi sepi
Perjalanan terhenti
luka dalam dua Pengendara cukup berat
butuh masing-masing Perawat
untuk keduanya. di ruang Misterius
Bagi mereka yang di tinggalkan dan yang meninggalkan tidak lupa bagi mereka yang datang.
Sabtu, 27 September 2014
Jumat, 26 September 2014
Layang-Layang
Layang-layangku
biar ku ulur Benang ini
agar kau Terbang jauh
agar kau bisa rasakan Deru Angin kencang
tidak sekencang saat di dekatku
Layang-layangku
sekuatnya aku akan Pegang Benangmu
meski saat ini kau hanya terlihat sekilas
Terombang-ambing di Udara bebas
disini masih ku ikat Erat
tidak peduli di Tangan luka hebat
sebab Pemegang berakibat
Layang-layangku
jika kau telah lelah Tebang
beritahu aku
secepatnya ku Tarik Benangmu mendekatku
agar bisa ku usap lelahmu
agar kau tahu luka di Tanganku
barulah kita tenang
untuk terbang bersama menuju Kayang
tempat yang semestinya
biar ku ulur Benang ini
agar kau Terbang jauh
agar kau bisa rasakan Deru Angin kencang
tidak sekencang saat di dekatku
Layang-layangku
sekuatnya aku akan Pegang Benangmu
meski saat ini kau hanya terlihat sekilas
Terombang-ambing di Udara bebas
disini masih ku ikat Erat
tidak peduli di Tangan luka hebat
sebab Pemegang berakibat
Layang-layangku
jika kau telah lelah Tebang
beritahu aku
secepatnya ku Tarik Benangmu mendekatku
agar bisa ku usap lelahmu
agar kau tahu luka di Tanganku
barulah kita tenang
untuk terbang bersama menuju Kayang
tempat yang semestinya
Senin, 22 September 2014
Taman Bunga
memang pernah ada kejelasan di Taman ini
tentang aku dan kau
yang jelas-jelas memetik bunga
sampai habis segala bunga
tidak ada lagi yang bisa di petik oleh keduanya
sebab tidak ada lagi bunga di Taman ini
jadi untuk apa kita tetap disini ?
tentang aku dan kau
yang jelas-jelas memetik bunga
sampai habis segala bunga
tidak ada lagi yang bisa di petik oleh keduanya
sebab tidak ada lagi bunga di Taman ini
jadi untuk apa kita tetap disini ?
POTRET
di langit langit kepala
kau pernah menempelkan potretmu
dibiarkan sampai tertutup jelaga
aku lupa bahkan tidak ingat rupa
bagaimana gambar di potret itu
terbayang samarpun tidak !
lalu kau datang
bersikan jelaga itu
seakan berkata "itu potretku"
potret aku dan kau dulu
menunjukan sebuah keyakinan padaku
saat dulu kau tinggalkan aku
kau pernah menempelkan potretmu
dibiarkan sampai tertutup jelaga
aku lupa bahkan tidak ingat rupa
bagaimana gambar di potret itu
terbayang samarpun tidak !
lalu kau datang
bersikan jelaga itu
seakan berkata "itu potretku"
potret aku dan kau dulu
menunjukan sebuah keyakinan padaku
saat dulu kau tinggalkan aku
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti matahari yang terbitkan siang
dan tenggelam hadirkan malam
aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti kapal yang berlayar
dan selalu pulang ke dermaga
aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti ombak yang datang
dan tidak tahu arah pulang
seperti matahari yang terbitkan siang
dan tenggelam hadirkan malam
aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti kapal yang berlayar
dan selalu pulang ke dermaga
aku ingin mencintaimu seutuhnya
seperti ombak yang datang
dan tidak tahu arah pulang
PATUNG
terbuat dari bahan Tanah liat
di campur air di bentuk sedemikian rupa
kunfayakun : jadilah Patung
Matahari meniupkan panas dari langit
mengeringkan, memberi warna sedemikian rupa
menambah kesan : kasar, lembut, gagah maupun ayu
karya Tangan seniman dahsyat
dalam bentuk yang sebaik baiknya : Sempurna
naas hanya sesaat itu ada, saat langit turunkan hujan ke dunia
hilang bentuk - remuk perlahan
luluh lantah kembali ke Asal yaitu Tanah
sekejap Binasa sudah
di campur air di bentuk sedemikian rupa
kunfayakun : jadilah Patung
Matahari meniupkan panas dari langit
mengeringkan, memberi warna sedemikian rupa
menambah kesan : kasar, lembut, gagah maupun ayu
karya Tangan seniman dahsyat
dalam bentuk yang sebaik baiknya : Sempurna
naas hanya sesaat itu ada, saat langit turunkan hujan ke dunia
hilang bentuk - remuk perlahan
luluh lantah kembali ke Asal yaitu Tanah
sekejap Binasa sudah
Jumat, 19 September 2014
CAPUNG
seekor Capung bermain di Kali
terbang kesana kemari Membelah air yang mengalir
di bantaran Kali
ia melihat Pemukiman - pemukiman sepi
sejenak ia terhenti, terus terbang lagi bemain air. Tanpa akhir
di Kali yang sepi
Rabu, 17 September 2014
Ucapan Duka
Selamat
aku ucapkan selamat
atas berita Duka
bebas dari segala
termasuk cinta
kerap : menjerat,menjebak
menyiksa, mnggelitik tawa
terasa Memeluk Erat
sekali lagi selamat
atas berita duka
tiada lagi yang Teramat
titik titik di hati
coba menahan berat sendiri.
selamat
Selasa, 16 September 2014
Yang Kita Nanti
desah nafasmu..
getarkan gemuruh didada
dari ujung kepala sampai kaki - Jujur apa adanya
ku alirkan nafas baru
lewat keringat deras di belahan dada
desah nafasmu makin menggetarkan jiwa..
bersama getar kehidupan setelah kita..
"yang kita nanti"
getarkan gemuruh didada
dari ujung kepala sampai kaki - Jujur apa adanya
ku alirkan nafas baru
lewat keringat deras di belahan dada
desah nafasmu makin menggetarkan jiwa..
bersama getar kehidupan setelah kita..
"yang kita nanti"
Senin, 15 September 2014
Isyarat
Aku tidak mengerti tentang
isyarat cinta.
Aku hanya mengerti bahwa isyarat
mati itu dekat
Sedekat kau di urat nadi
Berita Hilang
Barangkali di media masa
dimuat berita orang hilang..
di kolom iklan ternyata .Tidak
ada
Atau berita itu hanya tersiar di
televisi. Tidak ada juga
Apa mungkin di kantor polisi ada
berita tentang orang hilang ?
Tidak ada pula
Lantas apa iya, berita itu ada di
hatinya ?
hemmhm...
Ada.
Sebab Aku orang hilangnya
Bendera Pink Putih
Bagaimana
kalau, bendera kita di ganti merahnya menjadi pink ?
Biar
lebih feminim, karena Oknum yang berjalan di atas catwalk menjadi beking di
setiap Pentas Drama kejahatan !
Iya
benar ! warna putihnya makin memutih tetap di bayclin oleh pemakai Jas kelam
yang berperan sebagai sutradara,
akan
tetapi tidak sengaja minyak mentah menyembur dari Tanah, mengenai putihnya
bendera hingga menghitam.
Bagaimana
kalau bendera pink putih itu yang telah berubah menjadi Pink Hitam tetap di
kibarkan ?
Aku
berharap ada Hujan Lebat agar warna pinknya memudar dan hitam warnanya menghilang
kembali menjadi putih semula.
PENYAIR ITU TONG SAMPAH
jangaan sungkan aku Tong Sampah
lemparlah segala dengan mudah
termasuk tisue bekas menyeka dari robekan wajah
siap ku pungut segala
remasan – remasan Kertas
yang tidak berbentuk bahkan remuk
setelah semuanya terbuang baru aku daur ulang. Untuk kau kenang
dalam kemasan puisi atau
dongengan
HARI RUPAWAN
Siang telah habis
termakan mulut laut yang menganga..
sekarang !
mari berkaca pada jejak hari, berencana..
agar esok Mukanya lebih Berseri...
sekarang !
mari berkaca pada jejak hari, berencana..
agar esok Mukanya lebih Berseri...
Pada malam tenggelamkan diri
Henyakkan diri dalam mimpi
Untuk siap berdiri kembali
Membuat rupawan hari
PENYELUNDUP
aku seorang oknum
Penyelundup berkoli-kilo gram
Planetarium
di sepanjang malam sebelum kau
tidur
biar itu mencandu
menggerogoti saraf, jantung, urat
nadi dan hati
sebelum aku tertangkap
institusi. Bernama Pergi
TENTANG HATI WANITA ITU !
di
biarkannya Ruang itu tidak berpenghuni
hanya
ada bekas Ampas kopi di gelas cangkir,
di
Sudut Ruang Tamu yang Mengabadi
MENDADAK HUJAN
Lebih
semusim pundak ini kering
Di
tinggal musim penghujan
Memang,
Tidak
kurasakan lagi kelembaban, saat gerai hujan itu tidak bisa ku belai.
Padahal,
Pundak
ini selalu siap di hujani
Airnya
yang bening memiliki arti tersendiri di saat angin panas menerpa
Dari arah kanan – tiba tiba seseorang datang
Di
letakannya kepala pada pundak
Seketika
Hujan mendadak
BELUKAR DAN TAMAN
Benar. Saat aku mengembara di semak belukar, yang
ku temui hanyalah duri yang kerap melukai, ada pula pohon rambat yang kerap
memperlambat saat aku berjalan menuju tujuan itu.
Iya, benar ! Tujuan itu adalah taman bunga,
sesampainya di sana, aku petik satu bunga untuk ku bawa pulang kerumah, untuk
ku berikan pada mamah dan papah, sambil kutanya : suka ?
SUNRISE & SUNSET
Sunrise
menerobos
celah – celah dahan
menerbangkan
segala unggas untuk mencari kehidupan
Sunrise
menghadirkan
kehangatan
saat
embun terkurai lepas udara bebas
tapi
Sunset
cahayanya
tajam
memulangkan
segala unggas pada sangkar-sangkarnya
tapi
Sunset
saat
ia tenggelam, saat itu terbit sebuah bayang
yang
tersimpan di lautan dalam. Membawaku kembali pulang. Kepadamu
“BATAL KAWIN”
Sekodi
malaikat di tarik mundur di bulan dzulhijah
Surat
serang yang di sebar urung jua
Tudung
sutra yang terpajang terpaksa masuk kotak
Entah
mungkin karena garis tangan tidak sejalan dengan kodrat
Sejati-Nya
dari-Nya segala kehendak
Selemah
apaun harap tetap ada alasan kuat bahwa rusuk dan pemiliknya itu dekat
Meski
sekodi malaikat tidak ada di bulan dzulhijah
Percayalah, di Lauhful
Mahfudz satu nama telah ada saat kita turun kedunia
CINTA ITU SATU PAK CERUTU
Aku. Satu pak cerutu telah mengabu
pernah menemanimu
di atas meja kayu,
dibersihkannya aku. dengan Kemoceng tergantung di balik
pintu
iya.
“dengan nada pelan, ku akui’’
aku
telah Habis terhisap
pergi
mengudara Bebas
aku
lihat pula satu pak cerutu Baru
sudah
siap dalam Saku tinggal kau Sulut
dan
siap merasakan nasib yang sama. Seperti aku
terhisap lagi mengudara
Bebas lagi
WANITA TERINDAH
Sudahlah
aku tak peduli lagi dengan dirimu
Cukup
sudah perburuanku kepadamu
Memang
kau adalah wanita terindah
Tapi
tak ku pungkiri atas keangkuhanmu
bukannya
aku menyerah Memburumu
Atau
karena aku telah lelah membidikmu
Cukuplah
untuk ku tahu tentang dirimu
Meski
panah-panah cintaku selalu melesat
Meski
bujuk-bujuk rayuku selalu tersesat
Tapi
aku berbahagia karena aku telah menyayangimu
Meski
sayangku hanya sesak di dada
meski
cintaku hanya melesat di matamu saja
Tak jua
menancap dalam kalbumu yang mengkilap
namun
kau tetap wanita terindah untukku
YANG DATANG
Tentang
siapa yang datang di langit kamar, terbayang samar
Perlahan
ku tangkap bentuk lekuk tubuhnya dengan mata berbinar-bibir melebar
Aku
kenal – aku hafal
Seorang
dengan senyum tipis, terbalut di wajahnya yang manis
Dia
dekat – dia lekat
Dan
aku mulai terpikat
Saat
dia mulai membenalu dalam kalbu
Membuatku
lemah – menyerah. Dalam peluknya
KESINILAH MANIS
Kesinilah manis
Seharusnya kau tak
berjalan sendiri
Kesinilah manis
Seharusnya kau tak
kesepian
Kesinilah manis
Biar ku hapus kepedihan
Kesinilah manis
Kita jalani kehidupan
Agar kau tak lagi:
Sepi
Sendiri
Pedih
Kesinilah manis
Aku tidak keberatan
Sebab kau. Suratan
TENTU
Seperti
bintang timur
Yang
tak pernah berubah dan berpindah
Menjadi
penentu arah pelaut
Untuk
kembali berlabuh di dermaga
Sejauh
ini aku telah berjalan
Aku
lelah, ingin pulang
Tapi,
Sudikah
engkau membuka pintu
Setelah
lama aku tinggalkan ?
SELEPAS PERGI
Luka
menjadi pengikut
Saat
embun pagi menyusut
Pergi
mengudara jauhi dunia
Lentik
jemari cahaya
Menggiringku
merayap dalam senyap
Berjalan
dengan dada penuh sesak
Hati
yang rusak
Remuk,
Patah
Robeklah
wajah
Untukmu Bayangku
Untkmu bayangku..
Ini bukan akhir
dari sebuah cerita.. Dengan dingin aku pergi tanpa kecup hangat darimu...
Untuk bayangku...
Cukup kasih
sayangmu yang kugenggam temaniku terhapus di hatimu..
Untukmu Bayangku yg
telah menjadi nafas jiwaku..
Yang ada hanya
hembusan kasihku untukmu, yg kutiupkan bersama angin lalu yang pilu..
Untukmu bayangku
yang kini menjadi denyut nadiku...
Setiap degupanku
terucap selalu namamu dan mengalir di setiap tubuhku..
Untukmu bayangku yg
telah menjadi bagian hidupku..
Yang kini hilang entah kemana…
SAYANGKU TAKAN PERNAH TENGGELAM
Sungguh sayangku
takan pernah tengggelam
Meskipunkau tahu
esok langit akan runtuh bersama tetas hujan yang jatuh
Dan duniapun akan
terhapus oleh angin yang berhembus.
Tapi percayalah
rasa sayangku sedikitpun takan pernah pupus
Kehilanganmu kini
menjadi ketakutanku yang tak bertepi di setiap waktu yang membekukan diri
Aku ingin selalu
kau disisiku bagai bara api yang sanggup mencairkan setiap kebekuan ini.
KENAPA
Kau membuat hari bercadar ,
menutup rapat setiap jendela dan pintu.
Melihat itu, ku tembak
mati mentari,
agar tiada lagi terang di
muka bumi
hingga tak terlihat segala rupa
mungkin itu maumu...
biarkan air mata mengalir begitu saja...
Tanpa aku harus tahu kapan akan berhenti,
Tanpa aku harus tahu itu kenapa ?
BAYANG SAMAR
Masihkah resah
itu ada setelah sekian lama mata terpejam
Dalam
kegelapan selalu dan selalu
Menikmati
mimpi indah semu
Sekarang,
Mimpi
itu sengguh menjadi nyata
Meski
tanpa kepastian
Setidaknya
Itu
bisa menghilangkan resah
Di
tengah kesendirian
Pada
sepucuk bayang yang samar
Aku
mampu mengenali raut wajah itu
Itu
adalah wajah yang setiap malam terimpikan
TENTANG KITA
Matamu
sayup kulihat
Auramupun
redup
Bagai
pijar bolham 5 watt di depan rumahmu
Tak
seperti biasanya kau di malam ini
Terpenjara
dalam diam yang berkepanjangan
Terkunci
dalam satu ruang sunyi
Tapi
Aku
mendengar suara hatimu
Yang
berbisik bagai altileri menari
Dan
suara itu
Terdengar
sampai hati kecilku
Dan
kita berdua bicara dengan mata yang berkaca-kaca
SENDIRI
Bersama malam yang membunuh keramaian
Berbicara pada bayang – bayang diri
Kini ku bercumbu lagi dengan bayang
yang datang
Yang terlukis jelas oleh asap rokok –
terus menghilang
Dan aku berbicara lagi pada bayang –
bayang diri
Mari kita menyelam pada sunyi…
KERINDUAN
Ini waktu masih saja begini
Bernafas panjang hembuskan kerinduan
Bukannya diam atau berhenti
Malah hadirkan sepucuk bayang
Rinduku tak kunjung usai
Makin bergejolak
Makin menelaga
Mencoba meredam
Aku makin tenggelam
JENDELA KACA
Di
jendela kaca
ada bekas percikan hujan
ku mainkan dengan jemari kecil
lalu - ku ulas namamu
ada senyum tipis di malam yang masih bercampur gerimis
ku mainkan dengan jemari kecil
lalu - ku ulas namamu
ada senyum tipis di malam yang masih bercampur gerimis
Dingin
sangat mengiris
Sampai
mampu membuat wajah bergaris
Saat
ulasan nama yang ku tulis. Perlahan sirna
Denisa
Denisa
Terus saja menghujamku dengan sebuah bayangmu
tetes - tetes yang turun menjelma rindu yang menenggelamkanku larut dalam asa yang tak pernah padam
kamu... denisa, seorang yang paling ku sayang
malam ini suasana sepi dengan rintik hujan yang menemani..
aku tak bisa menolak kerinduan ini datang kepangkuanku
Dalam sebuah angan yang penuh dengan senyummu
membuatku terus mengingatmu..
sebuah senyum tipis yang sanggup memikatku
Ahhhhkk... aku tak tahu harus menulis apa lagi untukmu
tapi satu hal, yang harus kamu tahu "aku sayang padamu"
Otakku tak pernah beranjak memikirkanmu
di manapun tubuhku berada kau selalu ada...
karena kau terlalu dekat di langit-langit kepala...
LIN
Lin
aku hanya lelaki egois yang meletakkan tangan di pinggang
tanpa kusadar, itu buatku terpanggang pada asa yang datang
Lin...
malam itu aku menatapmu dengan sorot mata yang tajam..
dengan suara yang lantang
tapi sial,
mataku merah berair dan basah
lidahpun jadi kaku dan beku sesudah itu !
Lin
setelah semalam ku buat badai
ingin ku semai kembali damai
di letakkannya kepalamu dan panjang rambutmu kubelai lagi, biar ???
Langganan:
Postingan (Atom)