Lebih
semusim pundak ini kering
Di
tinggal musim penghujan
Memang,
Tidak
kurasakan lagi kelembaban, saat gerai hujan itu tidak bisa ku belai.
Padahal,
Pundak
ini selalu siap di hujani
Airnya
yang bening memiliki arti tersendiri di saat angin panas menerpa
Dari arah kanan – tiba tiba seseorang datang
Di
letakannya kepala pada pundak
Seketika
Hujan mendadak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar