di langit langit kepala
kau pernah menempelkan potretmu
dibiarkan sampai tertutup jelaga
aku lupa bahkan tidak ingat rupa
bagaimana gambar di potret itu
terbayang samarpun tidak !
lalu kau datang
bersikan jelaga itu
seakan berkata "itu potretku"
potret aku dan kau dulu
menunjukan sebuah keyakinan padaku
saat dulu kau tinggalkan aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar