Matamu
sayup kulihat
Auramupun
redup
Bagai
pijar bolham 5 watt di depan rumahmu
Tak
seperti biasanya kau di malam ini
Terpenjara
dalam diam yang berkepanjangan
Terkunci
dalam satu ruang sunyi
Tapi
Aku
mendengar suara hatimu
Yang
berbisik bagai altileri menari
Dan
suara itu
Terdengar
sampai hati kecilku
Dan
kita berdua bicara dengan mata yang berkaca-kaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar